Arti Al-Qur’an
JUZ 1
Bagian ke-2
Al-Baqarah
51. Dan (ingatlah)
ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam. Kemudian, kamu (Bani
Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) seetelah
(kepergian)nya dan kamu (menjadi) orang yang zalim.
52. Kemudian, Kami
memaafkan kamu setelah itu agar kamu bersyukur.
53. Dan (ingatlah)
ketika Kami memberikan kepada Musa Kitab dan Furqan agar kamu memperoleh
petunjuk.
54. Dan (ingatlah)
ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah
menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai
sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu
lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh,
Dialah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
55. Dan (ingatlah)
ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami
melihat Allah dengan jelas,” maka halilintar menyambarmu, sedang kamu
menyaksikan.
56. Kemudian, Kami
membangkitkan kamu setelah kamu mati agar kamu bersyukur.
57. Dan kami menaugi
kamu dengan awan dan Kami menurunkan kepadamu mann dan salwa. Makanlah
(makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka
tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri
58. Dan (ingatlah)
ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitul Maqdis) maka makanlah
dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu
gerbangnya sambil membungkuk dan katakanlah, “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa
kami), “niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kami akan menambah
(karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”
59. Lalu,
orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak
diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada
orang-orang yang zalim itu karena mereka (selalu) berbuat fasik.
60. Dan (ingatlah)
ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu
dengan tongkatmu!” Maka memancarlah darinya dua belas mata air. Setiap suku
telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari
rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi
dengan berbuat kerusakan.
61. Dan (ingatlah),
ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu
macam makanan saja maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia memberi
kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih,
kacang adas, dan bawang merah. “Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta
sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota,
pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta. “Kemudian, mereka ditimpa
kenistaan dan kemiskinan dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal
itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi
tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan
melampaui batas.
62. Sesungguhnya
orang-orang yang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang Nasrani, dan
orang-orang Sabi’in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah
dan hari Akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya,
tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
63. Dan (ingatlah
ketika Kami mengambil janji kamu dan kami angkat Gunung (Sinai) di atasmu
(seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan
ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa.”
64. Kemudian,
setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan
rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.
65. Dan sungguh,
kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu
pada hari Sabat lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!”
66. Maka Kami
jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi
mereka yang datang kemudian serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang
bertakwa.
67. Dan (ingatlah)
ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih
seekor sapi betina.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami
sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak
termasuk orang-orang yang bodoh.”
68. Mereka berkata, “Mohonkanlah
kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi
betina) itu.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah berfirman bahwa sapi betina itu
tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa
yang diperintahkan kepadamu.”
69. Mereka berkata, “Mohonkanlah
kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia
(Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina
yang kurang tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”
70. Mereka berkata, “Mohonkanlah
kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi
betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami dan jika
Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.”
71. Dia (Musa)
menjawab, “Dia (Allah) berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum
pernah dipakai untuk menbajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat,
dan tanpa belang. “Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal)
yang sebenarnya.” Lalu, mereka menyembelinya dan nyaris mereka tidak
melaksanakan (perintah) itu.
72. Dan (ingatlah)
ketika kamu membunuh seseorang lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Tetapi Allah
menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan.
73. Lalu Kami
berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!” Demikianlah
Allah menghidupkan (orang) yang telah mati dan Dia memperlihatkan kepadamu
tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.
74. Kemudian setelah
itu hatimu menjadi keras sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal,
dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya.
Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang
meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap
apa yang kamu kerjakan.
75. Maka apakah kamu
(muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan
dari mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya,
padahal mereka mengetahuinya?
76. Dan apabila
mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah
berfirman.” Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah
akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu
sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu
mengerti?”
77. Dan tidakkah
mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang
mereka nyatakan?
78. Dan di antara mereka
ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat) kecuali hanya berangan-angan
dan mereka hanya menduga-duga.
79. Maka celakalah
orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudia berkata, “Ini
dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah
mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka
perbuat.
80. Dan mereka
berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.”
Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang
tidak kamu ketahui?”
81. Bukan demikian!
Barangsiapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya maka mereka
itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
82. Dan orang-orang
yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal
di dalamnya.
83. Dan (ingatlah)
ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain
Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan
orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia,
laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling
(mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi)
pembangkang.
84. Dan (ingatlah)
ketika Kami mengambil janji kamu, “Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh
orang) dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu.” Kemudian,
kamu berikrar dan bersaksi.
85. Kemudian, kamu
(Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu) dan mengusir segolongan dari kamu dari
kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan
dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus
mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada
sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada
balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain
kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada
azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
86. Mereka itulah
orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak
akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.
87. Dan sungguh,
Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya
dengan rasul-rasul, dan Kami telah memberikan kepada Isa putra Maryam
bukti-bukti kebenaran serta Kami memperkuat dia dengan Rohulkudus (Jibril). Mengapa
setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu
inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian
kamu bunuh?
88. Dan mereka
berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena
keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
89. Dan setelah
sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada
pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang
kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu,
mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.
90. Sangatlah buruk
(perbuatan) mereka menjual dirinya dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah
karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia
kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan
demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang
menghinakan.
91. Dan apabila
dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an),”
Mereka menjawab, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami. “Dan
mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur’an) itu adalah yang
hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Mengapa
kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?”
92. Dan sungguh,
Musa telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran, kemudian kamu
mengambil (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya dan
kamu (menjadi) orang-orang zalim.
93. Dan (ingatlah)
ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat Gunung (Sinai) di atasmu
(seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan
dengarkanlah!” Mereka menjawab, “Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati.”
Dan resapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi
karena kekafiran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh
kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!”
94. Katakanlah
(Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk
orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.”
95. Tetapi mereka
tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali karena dosa-dosa yang telah
dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
96. Dan sungguh,
engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang
paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang
musyrik. Masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur
panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa
yang mereka kerjakan.
97. Katakanlah
(Muhammad), “barangsiapa menjadi musuh Jibril maka (ketahuilah) bahwa Dialah
yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah,
membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita
gembira bagi orang-orang beriman.”
98. Barangsiapa
menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail
maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.
99. Dan sungguh,
Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad) dan tidaklah ada
yang mengingkarinya selain orang-orang fasik.
100. Dan mengapa
setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan
sebagian besar mereka tidak beriman.
Komentar
Posting Komentar