JUZ 1 (Al-Baqarah 101-141)
Terjemahan dari Al-Qur’an
Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul
(Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari
orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang
(punggung), seakan-akan mereka tidak tahu. 101
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan
pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah
yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan
kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya
tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya
kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka
mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara
seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang
dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang
mencelakakan, dan tidak memberimanfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah
tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat
keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang
mnejual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu. 102
Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari
Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu. 103
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu
katakan, Ra’ina, tetapi katakanlah, Unzurna, dan dengarkanlah. Dan orang-orang
kafir akan mendapatkan azab yang pedih. 104
Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang
musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu.
Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia
kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar. 105
Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari
ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya.
Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu? 106
Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan
langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah. 107
Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad)
seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barang siapa
mengganti iman dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan
yang lurus. 108
Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya
mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali,
karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka
maafkanlah dan berlapangdadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh,
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. 109
Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan
segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya
(pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 110
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan
masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka.
Katakanlah, “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.” 111
Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada
Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapatkan pahala di sisi Tuhannya dan tidak
ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. 112
Dan orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak
memiliki sesuatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata,
“Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),” padahal mereka membaca
Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu berkata seperti ucapan
mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang
mereka perselisihkan. 113
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang
melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha
merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut
(kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab
yang berat. 114
Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu
menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. 115
Dan mereka berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci
Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk
kepada-Nya. 116
(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila dia hendak
menetapkan sesuatu, dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah
sesuatu itu. 117
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa
Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya)
kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata
seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan
tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin. 118
Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan
kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau
tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. 119
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela
kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah,
“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika
engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu,
tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. 120
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka
membacanya sebagimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan
barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi. 121
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku
berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di
alam ini (pada masa itu). 122
Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang
pun dapat menggantikan (membela) orag lain sedikit pun, tebusan tidak diterima,
bantuan tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong. 123
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan
beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah)
berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seleruh
manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah
berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” 124
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah)
tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam
Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail,
“Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang
yang ruku’ dan orang yang sujud!” 125
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdo’a, “Ya Tuhanku,
jadikanlah (negeri mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa
buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada
Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir
akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab
neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” 126
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi
Baitullah bersama Ismail, (seraya berdo’a), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal)
dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha mendengar, Maha Mengetahui. 127
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah
diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan
tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah
tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. 128
Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul
dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu
dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh,
Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” 129
Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang
yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim)
di dunia ini. dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh. 130
(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim),
“Berserah dirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh
alam.” 131
Dan Ibrahim mewariskan (ucapan) itu kepada
anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah
telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan
muslim.” 132
Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput
Ya’kub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah
sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek
moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan yang Mahaesa dan kami
(hanya) berserah diri kepada-Nya.” 133
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah
mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan
diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan. 134
Dan mereka berkata, “Jadilah kamu (penganut) Yahudi
atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “(Tidak!) Tetapi
(kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang
yang mempersekutukan Tuhan.” 135
Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa
yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim,
Ismail, Ishak, Ya’kub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada
Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan
mereka. Kami tidak membedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah
diri kepada-Nya.” 136
Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu
imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling,
sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah mencukupkan
engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya) Dan Dia Maha
Mendengar, Maha Mengetahui. 137
“Sibgah Allah” Siapa yang lebih baik sibgah-nya
daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah. 138
Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu hendak berdebat
dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi
kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus
mengabdikan diri. 139
Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata
bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi
atau Nasrani? Katakanlah, “Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah
yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang
ada padanya?” Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. 140
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah
mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan
diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan. 141
Komentar
Posting Komentar